Gempa Bumi : Pengertian,Jenis dan Dampak

  • by
Gempa Bumi

Gempa merupakan salah satu fenomena yang kerap terjadi di Indonesia. Kejadian ini sering terjadi baik itu skala besar maupun kecil. hal ini bukan karna kebetulan namun karna memang ada beberapa factor yang menyebabkan Indonesia menjadi daerah rawan gempa. Secara sederhana Gempa adalah suatu kejadian dimana permukaan bumi bergetar diakibatkan oleh suatu aktifitas bumi. getaran atau goncangan tersebutlah yang mengakibatkan ambruknya rumah, hancurnya hotel dan lain-lain tergantung dari seberapa kuat getaran tersebut.

Gempa juga merupakan suatu tanda atau bagian dari rentetan kejadian yang luar biasa, kita sebut saja disini tsunami. untuk sekedar informasi tsunami terjadi karna adanya patahan pada lempengan sehingga air masuk kedalam dan menyembur keluar. patahan tersebut ditandai dengan adanya gempa di daerah sekitar, selalu terjadi seperti ini. hal ini lah yang menjadi dasar apabila suatu wilayah sudah mulai sering terjadinya gempa maka potensi kejadian besar lainnya pun meningkat.

Akhir-akhir ini sering terjadinya gempa di beberapa daerah di Indonesia, kita sebut saja yang terakhir terjadi 24 desember 2020 dimana terjadi gempa di ambon, menyusul juga gempa di yogya dengan kekuatan gempa atau magnitudo 4,1 Skala Richter. Untuk itu akan lebih baik kita mengerti tentang seluk beluk mengenai gempa yang akan kita bahas di artikel kali ini.

BACA JUGA : Jaringan Komputer – Pengertian, Jenis-Jenis dan Aplikasinya di kehidupan sehari-hari

PENGERTIAN

Gempa jika dirujuk dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki pengertian Guncangan, Gerakan Bumi. Pengertian berdasarkan geologinya yaitu “Peristiwa alam berupa getaran bergelombang pada kulit bumi yang ditimbulkan oleh tenaga asal dalam”. Sampai disini jelas bahwa gempa merupakan getaran yang terjadi pada permukaan bumi yang disebabkan karna suatu hal didalam bumi itu sendiri.

Berdasarkan para ahli, pengertian gempa adalah sebagai berikut

  • Bayong (2006:12)

suatu gerakan atau getaran yang terjadi pada kulit bumi yang dihasilkan dari tenaga endogen

Bayong (2006:12)
  • Howl (1969)

getaran atau serentetan getaran dari kulit bumi yang sementara kemudian menyebar ke segala arah.

Howl (1969)

BESARAN DAN PENGUKURAN

Mungkin kita sering mendengar skala richter, seismometer, magnitude terus ada angka-angkanya. hal itu merupakan bagian dari satuan dan pengukuran yang sangat umum untuk masalah gempa.

Seismometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur getaran yang terjadi. Jika dirujuk dari KBBI Seismometer adalah “Alat yang digunakan untuk mengukur getaran gempa bumi tentang kekuatan, lama, arah dan jaraknya. ini menjadi semacam sensor yang digunakan untuk mendeteksi suatu gempa dimana disana terdeteksi berapa lama terjadi, seberapa kuat getarannya dimana semua ini dijadikan sebuah data yang digunakan untuk pengetahuan dan pencegahan untuk efek gempa yang lebih besar. Seismograf juga merupakan sebutan untuk perangkat pencatatan gempa.

Magnitudo adalah suatu besaran yang digunakan untuk mengukur tentang seberapa hebat getaran yang disebabkan oleh sumber gempa. jadi jangan heran ketika gempa terjadi berita-berita mengatakan bahwa gempa dengan magnitude sekian. itu adalah besaran yang digunakannya.

Skala richter mungkin merupakan kata yang tidak asing kita dengar. namun menurut BMKG mereka tidak lagi menggunakan skala richter sejak tahun 2008 dengan alasan metode yang richter gunakan dianggap kurang lengkap. richter memang merupakan sebuah nama orang yang digunakan untuk penamaan skala untuk tribute atau menghargai si richter ini. Skala richter ini secara sederhana menggunakan amplitude sebagai dasar pengukuran kekuatan dari gempa.

Berikut table mengenai skala richter yang dikutip dari Wikipedia.com

Skala Richter Efek Gempa
< 2.0 Gempa kecil, tidak terasa
2.0-2.9 Tidak terasa, tetapi terekam oleh alat
3.0-3.9 Seringkali terasa, tetapi jarang menimbulkan kerusakan
4.0-4.9 Dapat diketahui dari bergetarnya perabot dalam ruangan, suara gaduh bergetar. Kerusakan tidak terlalu signifikan.
5.0-5.9 Dapat menyebabkan kerusakan besar pada bangunan pada area yang kecil. Umumya kerusakan kecil pada bangunan yang didesain dengan baik
6.0-6.9 Dapat merusak area hingga jarak sekitar 160 km
7.0-7.9 Dapat menyebabkan kerusakan serius dalam area lebih luas
8.0-8.9 Dapat menyebabkan kerusakan serius hingga dalam area ratusan mil
9.0-9.9 Menghancurkan area ribuan mil
10.0-10.9 Terasa dan dapat menghancurkan sebuah benua
11.0-11.9 Dapat terasa di separuh sisi bumi. Biasanya hanya terjadi akibat tumbukan meteorit raksasa. Biasanya disertai dengan gemuruh. Contohnya tumbukan meteorit di teluk Chesepeak.
12.0-12.9 Bisa terasa di seluruh dunia. Hanya terekam sekali, saat tumbukan meteorit di semenanjung Yucatan, 65 juta tahun yang lalu yang membentuk kawah chickluba
> 13.0 Belum pernah terekam
Source Wikipedia.com

sudah jelas bukan beberapa kata yang sering kita dengar dan ternyata itu merupakan sebuah cara pengukuran dan besaran yang digunakan

JENIS GEMPA BUMI & PENYEBABNYA

Secara Umum Gempa Bumi yang sering terjadi di berbagai dunia terbagi menjadi 2. itu adalah Gempa Bumi Tektonik dan Juga Gempa Bumi Vulkanik. berikut perbedaanya :

  1. Gempa Bumi Tektonik

Jenis ini merupakan gempa yang disebabkan karna adanya aktifitas seperti pergerakan atau pergeseran lempeng bumi. Gempa bumi ini biasanya bersumber didalam perut bumi dan kuat lemahnya getaran yang dirasakan dipengaruhi oleh besarnya energi seismic. energi seismic adalah energi yang disebabkan karna adanya patahan atau semacam gangguan diperut bumi. tekanan tersebut saling menekan sehingga terdapatlah energi seismic.

Pada gempa tektonik biasanya terdapat istilah hiposentrum dan episentrum. Hiposentrum adalah pusat dimana gempa terjadi sedangkan episentrum adalah permukaan yang berada di atas hiposentrum. episentrum merupakan tempat yang memiliki dampak paling hebat ketika terjadinya gempa.

  1. Gempa Bumi Vulkanik

Jenis gempa vulkanik merupakan jenis yang disebabkan karna adanya aktifitas gunung api. gunung api yang aktif ketika mengeluarkan magma dari dalam perut bumi biasanya akan membuat getaran yang dapat dirasakan. namun dampak dari getaran hanya berada dalam radius sekitar gunung api tersebut.

selain dari 2 gempa yang umum terjadi diatas terdapat juga beberapa jenis gempa lain, diantaranya :

  1. Gempa Bumi Runtuhan

Jenis gempa ini biasanya terjadi akibat ulah manusia. Umumnya terjadi didalam sebuah gua dimana gua tersebut biasanya dijadikan lokasi tambang. namun tidak menutup kemungkinan bahwa runtuhan tersebut terjadi secara sendirinya. dinamit atau metode lain untuk membuka jalur pertambangan juga menyebabkan gempa runtuhan terjadi. jatuhnya runtuhan didalam gua tersebut menghasilkan getaran disekitar dan itu termasuk kedalam gempa bumi.

  1. Gempa Ledakan

Jenis gempa ini adalah jenis gempa yang terjadi akibat ledakan seperti nuklir atau bomb. Ledakan yang besar akan menghasilkan gelombang yang memicu getaran untuk radius disekitarnya.

  1. Gempa Tumbukan

Jenis ini terjadi ketika permukaan bumi ditimpa sesuatu dengan cepat dengan ukuran yang besar. sebagai contoh bisa dikatakan ketika ada benda angkasa yang jatuh biasanya akan menimbulkan getaran didaerah sekitar tersebut.

  1. Gempa Bumi Buatan

Jenis ini seperti Namanya merupakan gempa yang diciptakan oleh manusia. sebagai contoh proses pemasangan paku bumi juga menimbulkan getaran disekitar daerah tersebut. merobohkan bangunan menggunakan bomb dan hal hal lain seperti itu

DAMPAK GEMPA BUMI

Gempa bumi memiliki banyak dampak, diantaranya :

  1. Rusaknya Bangunan-bangunan
  2. Terputusnya jalur komunikasi dan Transportasi
  3. Mengakibatkan bencana lain seperti Tsunami, Tanah longsor, Banjir
  4. Berpotensi kematian akibat dari beberapa dampak diatas

GEMPA BUMI YANG PALING KUAT TERJADI DI DUNIA

Berikut gempa terkuat yang terjadi didunia diambil dari Wikipedia.com

No Lokasi Tahun Skala (Richter) Koordinat
1. Chili 1960 9,5 -38,24 -73,05
2. Lepas pantai barat Sumatra, Indonesia 2004 9,3 3,30 95,78
3. Prince William Sound, Alaska 1964 9,2 61,06 -147,65
4. Wilayah Tōhoku, Jepang 2011 9,1 38,51 142,792
5. Kamchatka 1952 9,0 52,76 160,06
6. Lepas pantai Ekuador 1906 8,8 1,0 -81,5
7. Sumatra Utara, Indonesia 2005 8,7 2,08 97,01
8. Pulau Rat, Alaska 1965 8,7 51,21 178,50
9. Kepulauan Andreanof, Alaska 1957 8,6 51,56 -175,39
10. Assam, Tibet 1950 8,6 28,5 96,5
11. Kepulauan Kuril 1963 8,5 44,9 149,6
12. Laut Banda, Indonesia 1938 8,5 -5,05 131,62
13. Perbatasan Chili dan Argentina 1922 8,5 -28,55 -70,50
Source : wikipedia.com